Tahun Baru Islam 1443 H: Hikmah serta Amalan yang Dilakukan

by
Selamat Tahun Baru Hijriyah

Umat Islam menyongsong tahun baru Islam 1443 H dengan suka cita. Tahun baru Islam dimulai dengan 1 Muharram yang jatuh pada Selasa( 10/ 8) esok. Tahun baru kedua yang diperingati umat muslim di masa pandemi covid- 19. Tahun. Pasti banyak suka duka yang dirasakan oleh umat muslim. Terdapat yang terpapar virus covid- 19, terdapat yang wafat, terserang pemutusan ikatan kerja( PHK), ekonomi macet, serta lain sebagainya. Tetapi seluruh perihal itu tidak kurangi arti peringatan tahun baru Islam 1443 H.

Muharram ialah bulan awal dalam kalendar Hijriah. Dalam kalendar Hijriah ada 12 bulan, ialah: Muharram, Safar, Rabiul dini, Rabiul Akhir, Jumadil Dini, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ ban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah serta Zulhijjah. Allah Swt pula menarangkan tentang dalam satu tahun itu terdapat 12 bulan, perihal ini ada dalam al- Qur’ an surah At- Taubah ayat 36:“ Sebetulnya bilangan bulan pada sisi Allah merupakan 2 belas bulan.

( Q. S At- Taubah/ 9: 36)

Muharram merupakan salah satu bulan haram. Bulan haram maksudnya bulan yang diharamkan melaksanakan perbuatan- perbuatan yang dilarang agama. Karena bulan haram ialah bulan yang dimuliakan dari bulan- bulan yang yang lain. Dalam kalendar Hijriah ada 4 bulan haram. Perhatikan firman Allah swt berikut:“.. Dalam ketetapan Allah di waktu Ia menghasilkan langit serta bumi, di antara lain 4 bulan haram. Seperti itu( ketetapan) agama yang lurus. Hingga janganlah kalian Menganiaya diri kalian dalam bulan yang 4 itu, serta perangilah kalangan musyrikin itu seluruhnya sebagaimana merekapun memerangi kalian seluruhnya, serta ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang- orang yang bertakwa.”( Q. S At- Taubah/ 9: 36)

Bulan yang 4 itu merupakan bulan Muharram, Rajab, Zulkaidah serta Zulhijjah. Dalam bulan- bulan haram seluruh perbuatan baik yang dicoba hendak memperoleh balasan yang lebih dari Allah swt. demikian juga kebalikannya, bila seorang melaksanakan perbuatan kurang baik ataupun berbuat jahat, hingga konsekuensinya merupakan memperoleh balasan dosa yang lebih besar dibanding bulan- bulan yang lain. Oleh karena itu, umat muslim mesti perbanyak amal saleh serta kurangi perbuatan yang tidak berguna.

Amalan yang Dicoba dalam Bulan Muharram

1. Puasa

Puasa merupakan amalan yang disarankan di bulan Muharram. Dari Abu Hurairah r. a Rasulullah saw bersabda:“ Puasa sangat utama setelah Ramadan merupakan puasa pada bulan Allah( Muharram).”( H. R Muslim). Umat Islam dapat melaksanakan puasa Asyura serta Tasu’ a. Puasa Asyura dicoba pada bertepatan pada 10 Muharram, sebaliknya puasa Tasu’ a dikerjakan pada bertepatan pada 9 Muharram. 2 ibadah puasa sunnah ini sangat disarankan oleh Rasullah saw kepada umat muslim. Sebagaimana disebutkan dalam dari dari Abu Qatadah, Rasulullah saw sempat ditanya tentang puasa Asyura, kemudian dia menanggapi,“ Puasa asyura itu bisa menghapus dosa setahun yang sudah lalu.”( H. R Muslim)

Awali tahun baru dengan suatu yang baik. Puasa sunah yang dicoba di bulan Muharram pada hakikatnya merupakan memulai tahun baru dengan yang baik. Tidak cuma dini tahun, Rasulullah saw juga mengarahkan tiap muslim buat melaksanakan puasa sunah di akhir tahun. Karena seluruh suatu itu mesti dimulai dengan yang baik serta diakhiri pula dengan suatu yang baik.

2. Perbanyak sedekah.

Atmosfer pandemi semacam saat ini, uluran tangan dari orang- orang dermawan sangat diperlukan. Sedekah paling tidak dapat menolong meringankan kebutuhan saudara- saudara kita di masa pandemi. Sedekah meningkatkan rasa empati yang menjadikan kita lebih peka dengan kondisi dekat. Disamping melahirkan rasa empati, sedekah di bulan haram memperoleh balasan pahala yang berlipat dari Allah swt.

Tidak cuma sedekah, kita dapat melaksanakan perbuatan baik yang dapat menolong sesama. Dorongan yang diberikan tidak melulu soal duit, wajah berseri juga dapat jadi dorongan serta obat buat orang lain. Dapat pula dengan memberikan konten- konten baik, berbentuk video serta perkata motivasi di media sosial yang membangkitkan semangat di masa pandemi dikala ini.

3. Muhasabah Diri

Peringatan tahun baru Islam bukan semata- mata seremonial saja. Tiap pergantian tahun mesti dibarengi dengan muhasabah diri ataupun intropeksi diri. Apa yang telah dicoba sepanjang setahun yang kemudian. Apakah di tahun kemarin banyak diisi dengan hal- hal yang berguna ataupun malah banyak melaksanakan perbuatan yang merugikan diri sendiri, maupun orang lain. Perihal ini wajib jadi ciri tanya dalam tiap- tiap diri.

Muhasabah selaku bahan referensi buat membetulkan diri. Karena, hidup tidak selamanya. Oleh karena itu, kala ruh masih terletak dalam jasad, hingga memperbanyak melaksanakan amal saleh. Jangan hingga tahun berubah, tetapi kita senantiasa saja sama, tidak terdapat pergantian. Apalagi lebih kurang baik dari tahun- tahun tadinya. Sebab orang yang hari ini sama dengan hari kemarin merupakan orang yang merugi. Orang yang hari ini lebih kurang baik dari yang kemarin merupakan orang yang bodoh serta orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, hingga dia merupakan orang yang beruntung. Manusia leluasa memilah, mau jadi orang bodoh, rugi maupun beruntung. Bergantung gimana manusia memakai hari serta peluang yang terdapat. Mudah- mudahan tahun baru ini lebih baik dari tahun- tahun tadinya serta pandemi lekas berakhir. Aamiin.

#TahunbaruIslam1443H
#Berbagiituindah
#Puasasunah

Sumber : https://kumparan.com/rezi-rahmat/tahun-baru-islam-1443-h-hikmah-dan-amalan-yang-dilakukan-1wIUJtH0289/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *